Senin, 23 Desember 2013

Tugas Softskill. BAB 14. BISNIS INTERNASIONAL


1.  Hakikat Bisnis Internasional
Seperti tersebut diatas bahwa Bisnis internasional merupakan kegiatan bisnis yang dilakukan melewati batas negara. Transaksi bisnis seperti ini merupakan transaksi bisnis internasional (International Trade). Transaksi bisnis itu dilakukan oleh suatu perusahaan dalam suatu negara dengan perusahaan lain atau individu di negara lain disebut Pemasaran Internasional atau International Marketing. Pemasaran internasional berbeda dengan Bisnis Internasional, yaitu :
a.     Perdagangan Internasional (International Trade)
            Dalam perdagangan internasional yang merupakan transaksi antar Negara itu   biasanya dilakukan dengan cara tradisional yaitu dengan cara ekspor dan impor.    Dengan adanya transaksi ekspor dan impor tersebut maka timbul neraca   perdagangan antar negara (balance of tread).
            Suatu Negara dapat memiliki surplus seraca perdagangan atau devisit neraca   perdagangannya. Neraca perdagangan yang surplus menunjukan keadaan dimana             Negara tersebut memiliki nilai ekspor yang lebih besar dibandingkan dengan nilai           impor yang dilakukan dari negara partner dagangnya. Dengan neraca perdagangan     yang mengalami surplus ini maka apabila keadaan yang lain konstan maka aliran kas      masuk ke Negara itu akan lebih besar dengan aliran kas keluarnya ke Negara      partner dagangnya tersebut. Besar kecilnya aliran uang kas masuk dan keluar          antar negara disebut neraca pembayaran (balance of paymnets).          Jika             neraca pembayaran mengalami surplus, dikatakan bahwa negara mengalami      pertambahan devisa. Sebaliknya apabila negara itu mengalami devisit neraca            perdagangannya maka berarti nilai impornya melebihi nilai ekspor yang dapat           dilakukannya dengan negara lain. Jadi, negara tersebut mengalami devisit neraca pembayaran dan menghadapi pengurangan devisa Negara.

b.     Pemasaran International (International Marketing)
            Pemasaran internasional yang merupakan keadaan suatu perusahaan dapat       terlibat dalam suatu transaksi bisnis dengan negara lain, perusahaan lain ataupun    masyarakat umum di luar negeri. Transaksi bisnis internasional ini pada umumnya             merupakan upaya untuk memasarkan hasil produksi di luar negeri.
            Dalam hal ini maka pengusaha akan terbebas dari hambatan perdagangan dan tarif bea masuk karena tidak ada transaksi ekspor impor. Dengan melaksanakan            kegiatan produksi dan pemasaran di negeri asing maka tidak terjadi kegiatan      ekspor impor. Produk yang dipasarkan dapat berupa barang dan/ atau jasa.             Transaksi ini dapat ditempuh dengan cara:
            - Licencing
            - Franchising
            - Management Contracting
            - Marketing in Home Country by Host Country
            - Joint Venturing
            - Multinational Coporation (MNC)

Semua bentuk transaksi internasional memerlukan transaksi pembayaran yang sering disebut fee. Negara (Home Country) harus membayar, sedangkan pengirim (Host Country) memperoleh fee tersebut. Pengertian perdagangan internasional dengan perusahaan internasional sering dianggap sama, padahal berbeda. Perbedaan utama terletak pada perlakuannya dimana perdagangan internasinol dilakukan oleh negara sedangkan pemasaran internasional adalah kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan yang menentukan kegiatan bisnis yang lebih aktif, lebih progresif dibandingkan perdagangan internasional.

2.  Alasan Melaksanakan Bisnis Internasional
Suatu negara atau suatu perusahaan melakukan transaksi bisnis internasional baik dalam bentuk perdagangan internasional yang umumnya memiliki pertimbangan /alasan. Pertimbangan tersebut meliputi pertimbangan ekonomis, politis ataupun sosial budaya. Bisnis internasional memang tidak dapat dihindari karena tidak ada satu negara pun yang dapat mencukupi seluruh kebutuhan negerinya dari barang-barang atau produk yang dihasilkan oleh negara itu sendiri. Hal ini disebabkan karena terjadinya penyebaran yang tidak merata dari sumber daya baik dari sumber daya alam modal maupun sumber daya manusia. Ketidakmeratanya sumber daya mengakibatkan adanya keunggulan tertentu baik suatu Negara tertentu yang memiliki sumber daya tertentu. Contohnya Australia yang memiliki daratan yang sangat luas yang memiliki jumlah penduduk yang sangat sedikit, sebaliknya Negara Hong Kong yang memiliki daratan yang sangat sempit tapi jumlah penduduknya sangat padat. Oleh karena itu, maka dapat kita lihat beberapa alasan untuk melaksanakan bisnis internasional antara lain berupa :
Spesialisasi antar bangsa–bangsa
Dalam hubungan dengan keunggulan atau kekuatan tertentu beserta kelemahannya maka suatu negara haruslah menentukan pilihan strategis untuk memproduksikan suatu komoditi yang strategis yaitu :
a.     Memanfaatkan secara maksimal kekuatan yang ternyata benar-benar paling unggul sehingga dapat menghasilkannya secara lebih efisien dan paling murah.
b.     Mengkonsentrasikan perhatiannya untuk memproduksikan atau menguasai komoditi yang memiliki kelemahan yang tertinggi bagi negerinya.

Strategi tersebut berkaitan erat dengan adanya dua buah konsep keunggulan yang dimiliki oleh suatu negara dibanding negara lain dalam bidang tertentu, yaitu:
·         Keunggulan absolute (absolute advantage)
            Suatu negara dapat dikatakan memiliki keunggulan absolut apabila negara itu memegang monopoli dalam berproduksi dan perdagangan terhadap produk             tersebut. Hal ini dapat dicapai jika tidak ada negara lain yang dapat menghasilkan          produk tersebut sehingga negara itu menjadi satu-satunya negara penghasil.
·         Keunggulan komperatif (comparative advantage)
            Konsep Keunggulan komparatif merupakan konsep yang lebih realistik dan banyak        terdapat dalam bisnis Internasional, dimana suatu negara memiliki kemampuan             yang lebih tinggi untuk menawarkan produk tersebut dibandingkan dengan negara   lain.
3.  Tahap-tahap Dalam Memasuki Bisnis Internasional
Perusahaan yang memasuki bisnis internasional pada umumnya terlibat atau melibatkan diri secara bertahap dari tahap yang paling sederhana yang tidak mengandung resiko sampai dengan tahap yang paling kompleks dan mengandung risiko bisnis yang sangat tinggi. Dalam memasuki bisnis internasional ada beberapa yaitu:
a.     Ekspor Insidentil
            Dalam rangka untuk masuk ke dalam dunia bisnis Internasional suatu perusahaan         pada umumnya dimulai dari suatu keterlibatan yang paling awal yaitu dengan melakukan ekspor insidentil. Dalam tahap awal ini pada umumnya terjadi pada saat           adanya kedatangan orang asing di negeri kita kemudian ada yang membeli barang-            barang kemudian kita harus mengirimkannya ke negeri asing itu.
b.     Ekspor Aktif (Purchasing)
            Tahap terdahulu dan dapat berkembang terus kemudian adanya hubungan bisnis          yang rutin dan kontinyu, bahkan transaksi yang semakin aktif. Keaktifan hubungan     transaksi bisnis tersebut ditandai dengan semakin berkembangnya jumlah dan      jenis komoditi perdagangan Internasional. Pada tahap aktif ini perusahaan negeri   sendiri mulai aktif melaksanakan manajemen atas transaksi itu.
c.     Penjualan Lisensi
            Tahap berikutnya adalah tahap penjualan Iisensi. Dalam tahap ini Negara        pendatang menjual lisensi atau merek dari produknya kepada negara penerima.     Dalam tahap yang dijual adalah hanya merek atau lisensinya saja, sehingga negara            penerima dapat melakukan manajemen yang cukup luas terhadap pemasaran             maupun proses produksinya termasuk bahan baku serta peralatannya. Untuk     keperluan pemakaian lisensi tersebut maka perusahaan dan negara penerima           harus membayar fee atas lisensi itu kepada perusahaan asing tersebut.
d.     Franchising
            Tahap berikutnya merupakan tahap yang lebih aktif lagi yaitu perusahaan di suatu      negara menjual tidak hanya lisensi atau merek dagangnya saja akan tetapi lengkap       dengan segala atributnya termasuk peralatan, proses produksi, resep-resep            campuran proses produksinya, pengendalian mutunya, pengawasan mutu bahan      baku maupun barang jadinya, serta bentuk pelayanannya. Cara ini sering dikenal          sebagai bentuk “Franchising”.
            Dalam hal bentuk Franchise ini maka perusahaan yang menerima disebut sebagai         Franchisee dan perusahaan pemberi disebut sebagai Franchisor. Pada umumnya           berhasil bagi jenis usaha tertentu misalnya bidang kuliner (makanan). Contohnya                KFC (Kentucky Fried Chiken), Mc Donalds, California Fried Chiken (CFC), Hoka      Bento, Hanamasa, dan sebagainya.
            Contoh Franchise dari Indonesia adaIah Es Teler 77, Ayam Goreng NY. Suharti,         dan sebagainya. Kebaikan yang antara lain :
            a. Manajemen sistem yang sudah teruji.
            b. Memiliki nama yang sudah terkenal.
            c. Performance record yang sudah mapan untuk alat penilaian.

Sebaliknya bentuk ini juga memiliki kejelekan yaitu :
a)    Biaya tinggi untuk menrlapatkan Franchise
b)    Keputusan bisnis akan dibatasi oleh Francilisor
c)    Sangat dipengaruhi oleh kegagalan dari Franchise lain. Apabila terdapat         kegagalan akan timbul anggapan bahwa bentuk franchise yang lain juga tidak baik.

e.     Pemasaran di Luar Negeri (Active Marketing)
            Tahap berikutnya adalah bentuk Pemasaran di Luar negeri. Bentuk ini akan                  memerlukan intensitas manajemen serta keterlibatan yang lebih tinggi karena         perusahaan pendatang (Host Country) harus aktif dan mandiri untuk melakukan          manajemen pemasaran bagi produknya itu di negeri asing (Home Country).          Pengusaha pendatang yang merupakan orang asing harus mampu untuk mengetahui       perilaku (segmentasi) di negeri penerima itu sehingga dapat dilakukan program-            program pemasaran yang efektif.
f.     Produksi dan Pemasaran di Luar Negeri
            Tahap yang terakhir adalah tahap yang paling intensif dalam melibatkan diri pada      bisnis internasional yaitu tahap “Produksi dan Pemasaran di Luar Negeri”. Tahap    ini juga disebut sebagai “Total International Business”. Bentuk inilah yang    menimbulkan MNC (Multy National Corporation) yaitu Perusahaan Multi Nasional.             Dalam tahap ini perusahaan asing datang dan mendirikan perusahaan di negeri             asing dengan segala modalnya, kemudian memproduksi di negeri itu, lalu menjuaI    hasil produksinya itu di negeri itu juga. Bentuk ini memiliki unsur positif bagi        negara yang sedang berkembang karena dalam bentuk ini negara penerima tidak             perlu menyediakan modal yang sangat banyak untuk mendirikan pabrik tersebut.

4.  Hambatan  dalam Memasuki Bisnis Internasional
Melaksanakan bisnis internasional tentu saja akan lebih banyak memiliki hambatan ketimbang di pasar domestic. Negara lain tentu saja akan memiliki berbagai kepentingan yang sering kai menghambat terlaksannya transaksi bisnis internasional. Disamping itu kebiasaan atau budaya Negara lain tentu saja akan berbeda dengan negeri sendiri. Oleh karena itu maka terdapat beberapa hambatan dalam bisnis internasional yaitu :
1)     Batasan perdagangan dan tariff bea masuk
2)    Perbedaan bahasa, social budaya/cultural
            Perbedaan dalam hal bahasa seringkali merupakan hambatan bagi kelancaran   bisnis Internasional, hal ini disebabkan karena bahasa adalah merupakan alat        komunikasi yang vital baik bahasa lisan maupun bahasa tulis. Tanpa komunikasi             yang baik maka hubungan bisnis sukar untuk dapat berlangsung dengan Iancar.             Hambatan bahasa saat ini semakin berkurang karena adanya bahasa Internasional       yaitu bahasa lnggris.
            Perbedaan kondisi sosial budaya merupakan suatu masalah yang harus dicermati          pula dalam melakukan bisnis Internasional. Misalnya saja pemberian warna            terhadap suatu produk ataupun bungkusnya harus hati-hati karena warna    tertentu yang di suatu negara memiliki arti tertentu di negara lain dapat             bermakna yang bertentangan.
3)    Kondisi politik dan hukum/perundang-undangan
            Hubungan politik yang kurang baik antara satu negara dengan negara yang lain            akan mengakibatkan terbatasnya hubungan bisnis dari kedua negara tersebut.         Misalnya, Amerika yang mengembargo komoditi perdagangan dengan negara-     negara Komunis.
            Ketentuan Hukum ataupun Perundang-undang yang berlaku di suatu negara kadang       juga membatasi berlangsungnya bisnis internasional. Misalnya negara Arab       melarang produk yang mengandung babi.
4)    Hambatan operasional
            Hambatan perdagangan atau bisnis internasional yang lain adalah masalah       operasional yakni transportasi atau pengangkutan barang yang diperdagangkan ke           negara yang lain. Transportasi ini seringkali sukar untuk dilakukan karena antara     kedua negara itu belum memiliki jalur pelayaran kapal laut yang reguler. Hal ini dapat mengakibatkan biaya pengangkutan atau ekspedisi menjadi sangat mahal            yang dikarenakan pengangkutnya hanya melayani satu negara itu saja.
5)    Perusahaan Multinasional
            Perusahaan multinasional pada hakikatnya adalah suatu perusahaan yang         melaksanakan kegiatan secara internasional atau dengan kata lain melakukan   operasinya di beberapa Negara. Perusahaan macam ini sering disebut Multinasional Corporations (MNC). Setiap Negara akan terpengaruh oleh tindakan       yang dilakukan oleh Negara lain. Hal ini terjadi karena dengan cara yang sangat      cepat kita dapat mengetahui suatu kejadian yang terjadi di setiap Negara di         dunia ini seiring dengan kemajuan teknologi dan komunikasi.
            Timbulah kecenderungan bahwa permintaan ataupun kebutuhan masyarakat di             mana pun di dunia ini mendekati hal yang sama. Kebutuhan akan barang-barang    konsumsi atau untuk kehidupan sehari-hari cenderung tidak berbeda antara           Negara. Oleh karena kesamaan inilah yang mendorong perusahaan untuk             beroperasi secara Internasional. Selanjutnya, perusahaan mencoba untuk mencari       tempat untuk memproduksi barang dan memasarkannya ke dunia, sehingga akan         lebih ekonomis dan kompetitif.
            Adanya batasan ekspor-impor antar negara mendorong suatu perusahaan untuk            hanya memproduksi barang di negeri sendiri dan kemudian menjualnya di negeri     itu juga meskipun pemiliknya adalah dari luar negeri. Dengan demikian,          pembatasan ekspor-impor menjadi tidak berlaku lagi baginya. Contoh perusahaan             multinasional: Coca Cola, Johnson & Johnson, Nestle dari Switzerland, Unilever          dari Belanda dan lnggris, Bayer dati Jerman, dan sebagainya.


v  REFERENSI    :
http://id.wikipedia.org/wiki/Bisnis
http://qeyty.blogspot.com/2008/10/bab-v-bisnis-internasional.html

Tugas Softskill. BAB 13. TANGGUNG JAWAB SOSIAL SUATU BISNIS


1.  Benturan Dengan Kepentigan Masyarakat
Proses produksi seringkali menyebabkan benturan kepentingan antara masyarakat dengan perusahaan. Hal ini dapat terjadi pada berbagai tingkat perusahaan (besar, menengah maupun perusahaan besar). Benturan ini terjadi karena perusahaan menimbulkan polusi baik udara, air, limbah, dan lainnya. Klasifikasi aspek pendorong dalam menunaikan tanggung jawab sosial, maka perusahaan dituntut untuk mematuhi etika bisnis. Hal-hal pendorong dilaksanakannya etika bisnis :
Dorongan dari pihak luar, dari lingkungan masyarakat seringkali menghadapi kendala berupa adanya biaya tambahan yang kadang cukup besar bagi perusahaan dan diperhitungkan biaya tambahan untung-rugi usaha
Dorongan dari dalam bisnis itu sendiri, sisi pebisnis yang melibatkan rasa, karsa, karya yang ikut mendorong diciptakanya etika bisnis yang baik dan jujur. Penerapan prinsip manejemen terbuka hubungan industrial pancasila, pengendalian mutu terpadu dengan gugus kendali mutunya merupakan contoh penerapan manejemen yang berorientasi hubungan kemanusian.

2.  Dorongan Tanggung Jawab Sosial
Klasifikasi masalah sosial yang mendorong pelaksanaan tanggung jawab sosial pada sebuah bisnis sebagai berikut:
a.     Penerapan Manajemen Orientasi Kemanusiaan
            Kegiatan intern yang muncul bersifat sangat kaku, keras, zakeliyk (saklek),      birokratik, dan otoriter.
            Manfaat Penerapan Manajemen Orientasi Kemanusiaan
b.     Peningkatan moral kerja karyawan yang berakibat membaikny semangat dan produktivitas kerja.
c.     Adanya partisipasi bawahan dan timbulnya rasa ikut memiliki sehingga tercipta kondisi manajemen Partisipatif
d.     Penurunan absen karyawan yang disebabkan kenyamanan kerja sebagai hasil hubungan kerja yang menyenangkan dan baik.
e.     Peningkatan mutu produksi yang diakibatkan oleh terbentuknya rasa percaya diri karyawan.
f.     Kepercayaan konsumen yang meningkat dan merupakan modal dasar bagi perkembangan selanjutnya dari perusahaan.
g.     Ekologi dan gerakan pelestarian lingkungan
            Ekologi yang menitikberatkan pada keseimbangan antara manusia dan alam      lingkungannya banyak di pengaruhi oleh proses produksi.
h.     Penghematan energi
            Pengurasan secara besar-besaran energi yang berasal dari sumber daya alam yang       tidak dapat diperbaharui seperti batubara, minyak, dan gas telah banyak terjadi. Kesadaran bahwa sumber daya tersebut tidak dapat diperbaharui telah             mendorong dilaksanakannya proses efisiensi serta mencari pengganti sumber daya     tersebut.
i.      Partisipasi pembangunan bangsa
            Kesadaran masyarakat pebisnis terhadap suksesnya pembangunan sangat         diperlukan. Karena dengan adanya kesadaran tersebut, akan membantu     pemerintah menangani masalah pengangguran dengan cara ikut melibatkan       penggunaan tenaga kerja yang ada.
j.      Gerakan Konsumerisme
            Awal perkembangannya tahun 1960-an di negara barat yang berhasil   memberlakukan Undang-undang Perlindungan Konsumen yang meliputi beragam aspek.

Tujuan dari gerakan konsumerisasi:
·         Memperoleh perhatian dan tindakan nyata dari kalangna bisnis terhadap keluhan konsumen atas praktek bisnisnya.
·         Pelaksanaan strategi advertensi/periklanan yang realistic dan mendidik serta tidak menyesatkan masyarakat.
·         Diselenggarakan panel-panel diskusi antara wkil konsumen dengan produsen.
·         Pelayanan purna jual yang lebih baik.
·         Berjalannya proses public relation (PR) yang lebih menitikberatkan pada kepuasan konsumen daripada promosi semata.

3.  Etika Bisnis
Istilah Etika diartikan sebagai perbuatan standar (standard of conduct) yang memimpin individu dalam membuat keputusan. Etika adalah suatu studi mengenai yang benar dan yang salah dan pilihan moral yang dilakukan oleh seseorang. Etika bisnis tersebut meliputi etika dalam berinteraksi, yaitu:
1.    Interaksi dengan konsumen
2.    Interaksi dengan produsen lain
3.    Iklan terhadap anak-anak
4.    Iklan jasa professional
5.    Iklan rokok, minuman yang memabukan
6.    Etika dan suppliers
7.    Etika terhadap pesaing
8.    Etika hubungan dengan karyawan
9.    Etika hubungan dengan public (Buchori Lama 168-176:1988).

Jenis-jenis Sistem Perekonomian:
A.    Hubungan antara bisnis dengan Konsumen
            Bentuk hubungan antara perusahaan bisnis dengan konsumen yang terjalin dengan        baik, sehingga terbentuk suatu keharmonisan. Bisnis yang berlaku jujur terhadap       konsumen, dan tidak memanfaatkan konsumen.
B.     Hubungan antara bisnis dengan Karyawan
            Bentuk hubungan ini meliputi : penerimaan ( recruitmen ), latihan ( training ), promosi, transfer, demosi maupun pemberhenti ( termination ). Dimana semua      bentuk hubungan tersebut harus dijalan secara objektif dan jujur.
C.     Hubungan antar bisnis
            Pemberian informasi hubungan yang terjadi diantara perusahhan, baik perusahaan             kolega,pesaing,penyalur,grosir maupun distributornya.
D.    Hubungan antara bisnis dengan investor
            Pemberian informasi yang benar terhadap investor maupun calon investor        merupakan bentuk hubungan ini. Sehingga dapat menghimdari pengambilan           keputusan  yang keliru. Hubungan dengan lembaga-lembaga keuangan.
E.     Hubungan antara bisnis dengan Lembaga Keuangan
            Jawatan pajak pada umumnya merupakan hubungan yang bersifat financial,     berkaitan dengan penyusunan laporan keuangan. Pelaksanaan tanggung jawab       social merupakan penerapan dan pelaksanaan kepedulian bisnis terhadap       lingkungan serta mengikuti etika bisnis. Penerapan etika bisnis adalah maksud dari             konsep stakcholder yang berlawan dengan konsep stockholder

4.  Bentuk-bentuk Tanggung Jawab Sosial Suatu Bisnis
Penjabaran dari kepedulian sosial dari suatu bisnis berbentuk pelaksanaan tanggung jawab sosial bisnis. Itu dapat dilihat bahwa semakin tinggi tingkat kepedulian sosial suatu bisnis maka semakin meningkat pula pelaksanaan praktek bisnis etik dalam masyarakat. Beberapa bentuk pelaksanaan tanggung jawab sosial yang dapat kita temui di indonesia adalah sebagai berikut :
a.     Pelaksanaan Hubungan Industrialis Pancasila (HIP)
            Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) merupakan bentuk pelaksanaan yang telah    banyak dijalankan pengusaha dengan karyawannya dan dituangkan dalam buku.     Dimana diatur kewajiban dan hak masing-masing pihak. Beberpa contoh hak        karyawan adalah seperti cuti, tunjangan hari raya, dan pakaian kerja.
b.     Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)
            Penanganan limbah industri sebagai bagian dari produksi sebagai bentuk          partisipasi menjaga lingkungan.
c.     Penerapan Prinsip Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (k3)
            Penekanan pada faktor keselamatan pekerja dengan mempergunakan alat-alat yang berfungsi menjaga keselamatan, seperti topi pengaman, masker pelindung maupun yang lainnya.
d.     Perkebunan Inti Rakyat (PIR)
            Sistem perkebunan yang melibatkan perkebunan besar milik negara dan kecil milik       masyarakat. Perkebunan besar berfungsi sebagai inti dan motor penggerak perkebunan dimana semua bahan bakunya diambil dari perkebunan kecil   disekitarnya yang berfungsi sebagai plasma.
e.     Sistem Bapak Angkat-Anak Angkat
            Sistem ini melibatkan pengusaha besar yang mengangkat pengusaha     kecil/menengah sebagai mitra kerja yang harus mereka bina. terkadang hal ini        menyebabkan masalah kepada pengusaha besar, oleh karena itu dibutuhkan       kesadaran tinggi dalam pelaksanaannya.

v  REFERENSI :
http://nadirawidyawijaya.blogspot.com/2011/11/tanggung-jawab-sosial-suatu-bisnis.html
http://karinadevianta.blogspot.com/2012/01/bab-13-tanggung-jawab-sosial-suatu.html
http://safitryanindya.blogspot.com/2012/01/bab-13-tanggung-jawab-sosial-suatu.html

Tugas Softskill. BAB 12. TEKNIK ANALISIS MERAMALKAN KAS PERUSAHAAN


1.  Keuangan Perusahaan
Teknik analisis meramalkan kas perusahaan adalah tehnik untuk mengetahui keadaan sehat atau tidaknya kas pada perusahaan di masa mendatang ataupun sekarang.

Keuangan perusahaan
Pengertian Perusahaan Keuangan
Perusahaan Keuangan merupakan lembaga yang melaksanakan fungsi utama menyalurkan dana dari yang surplus/ berlebih kepada mereka yang kekurangan dana. Adapun jenis-jenis perusahaan keuangan adalah sebagai berikut:
·         Bank Komersial (Commercial Banks) : lembaga simpanan yang memiliki asset utama berupa pinjaman dan kewajiban utama lain yaitu tabungan (deposits).
·         Thrifts : lembaga simpanan dalam bentuk tabungan atau pinjaman, savings banks dan credit unions.
·         Perusahaan asuransi : lembaga keuangan yang menjaga individu dan perusahaan (policy holders)  dari even/kejadian yang buruk.
·         Perusahaan sekuritas dan bank investasi : lembaga keuangan yang menjamin sekuritas dan terlibat dalam kegiatan sehubungan seperti broker surat berharga, jual beli surat berharga, dan menghasilkan pasar dimana surat berharga diperdagangkan.
·         Perusahaan Pembiayaan (Finance companies) : Lembaga penghubung keuangan yang memberi pinjaman kepada individu dan bisnis.
·         Reksa dana (Mutual Funds) : lembaga keuangan  yang menawarkan rencana simpanan dimana dana milik partisipan mengakumulasi tabungan selama tahun bekerja mereka sebelum diambil selama tahun penisun mereka.

2.  Estimasi penjualan
peramalan penjualan, yaitu merupakan ramalan unit dan nilai uang penjualan suatu perusahaan. Penyusunan perencanaan keuangan apabila  disajikan dengan benar, maka informasi tersebut akan berguna bagi pihak manajemen perusahaan dalam rangka pengembangan usaha yang dilakukan. Apabila perencanaan keuangan dilakukan secara tepat maka pihak manajemen perusahaan mampu untuk berusaha secara maksimal dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.

3.  Estimasi produksi
Anggaran produksi adalah anggaran penjualan yang disesuaikan terhadap perubahan persediaan.
Estimasi harga pokok penjualan
Ringkasan dari anggaran produksi dengan
memperhatikan tingkat persediaan akhir.
Data yang diperlukan :
·         Data yang telah dihitung dalam anggaran produksi, anggaran bahan langsung, anggaran overhead dan anggaran tenaga langsung
·         Keakuratan datanya dipengaruhi data dalam anggaran yang lain.

Estimasi laba rugi
Rekening-rekening laporan laba rugi adalah suatu laporan yang sistematis tentang penghasilan, biaya, rugi laba yang diperoleh oleh suatu perusahaan pada suatu periode tertentu, yaitu meliputi:
a.     Laba merupakan kenaikan modal saham yang dimiliki oleh perusahaan yang berasal dari pendapatan operasional perusahaan.
b.     Rugi yaitu merupakan penurunan modal saham yang diakibatkan dari transaksi yang dilakukan oleh perusahaan pada suatu periode tertentu.

Teknik Analisis Data Dalam teknik analisis data yang akan dilakukan terdiri dari beberapa langkah yaitu meliputi:
1)     Peramalan Penjualan
            Untuk menyusun peramalan keuangan dalam penelitian ini penulis menggunakan             metode regresi linier dan model-model yang terkomputerisasi. Analisis regresi             merupakan metode yang lebih umum digunakan untuk meramalkan kebutuhan-          kebutuhan keuangan dan tidak terlalu mudah terkena perangkap potensial dan    metode prosentase penjualan.
Pada analisis regresi ini, persamaan yang digunakan untuk menganalisa data adalah :
Y = a + bX
Keterangan :
Y = adalah variabel dependen
a = adalah intersep (titik potong kurva terhadap sumbu Y)
b = adalah kemiringan (slope) kurva linier
X = adalah variabel independen.
Persamaan di atas dapat digunakan untuk menaksir nilai Y, jika nilai a, b, dan X diketahui. Nilai a merupakan nilai Y yang dipotong oleh kurva linier pada sumbu vertikal Y (a adalah nilai Y, bila X=0).
Nilai b adalah kemiringan (slope) kurva linier yang menunjukkan besarnya perubahan nilai Y sebagai akibat perubahan setiap unit nilai X. besarnya nilai a dan b konstan sepanjang kurva linier.
Ø  Tingkat Pertumbuhan Penjualan
            Adapun persamaan yang digunakan untuk mengetahui tingkat pertumbuhan      penjualan :
            Gt = Tingkat Pertumbuhan Penjualan
            SRt= Penjualan pada tahun tSRt-1= Penjualan pada tahun t-1
            1.          Penentuan besarnya AFN (Additional Fund Needed)
            2.         Peramalan Neraca
            3.         Peramalan Laporan Laba Rugi


v  REFERENSI     :
http://nindysintya.wordpress.com/2010/11/22/teknik-analisis-meramalkan-kas-perusahaan/