Selasa, 03 Juni 2014

Tugas Softskill Perekonomian Indonesia

Nama : Tyas Citra Kusuma D
Npm  : 29213022
Kelas : 1EB08


PEREKONOMIAN INDONESIA 2011-2012: Tantangan Ekses Likuiditas dan Dampaknya bagi LKM

Kondisi perekonomian Indonesia di tahun 2011 diperkirakan oleh banyak pihak sebagai lebih baik daripada beberapa tahun sebelumnya. Economic outlook yang optimistik dikeluarkan oleh Pemerintah, Bank Indonesia, para ekonom, serta lembaga internasional. Optimisme itu bersumber dari pencapaian indikator makroekonomi tahun 2010 yang sedikit melebihi harapan, disertai prediksi kondisi perekonomian dunia yang diyakini akan semakin membaik, setelah dua tahun sebelumnya terpukul oleh krisis keuangan di beberapa Negara maju.
Kinerja pasar keuangan domestik juga dilaporkan membaik, antara lain tercermin dari imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) yang menurun signifikan sejak awal tahun.  Sedangkan kinerja pasar saham yang membaik ditunjukkan oleh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 3.703 pada akhir tahun 2010. Semua dianggap terkait dengan arus masuk modal asing yang besar, kondisi makroekonomi yang kondusif, fundamental ekonomi domestik yang solid, ekspektasi pencapaian investment grade yang kuat, serta prospek keuangan emiten yang relative baik dibandingkan dengan negara-negara kawasan.
Ditengah kinerja ekonomi yang membaik tersebut, otoritas ekonomi masih mengakui akan adanya beberapa tantangan utama dalam perumusan kebijakan, yaitu aliran masuk modal asing yang deras, ekses likuiditas yang tinggi, tekanan inflasi yang cenderung meningkat, efisiensi dan daya saing sektor perbankan yang masih rendah serta berbagai kendala di sektor riil.
Tantangan terkait dengan aliran masuk modal asing yang deras tidak terlepas dari pemulihan ekonomi global yang terus berlanjut. Karakteristik perekonomian Indonesia yang termasuk dalam kriteria “small open economy”menyebabkan dinamika yang terjadi dalam perekonomian global dapat memengaruhi perekonomian domestik.Terintegrasinya pasar keuangan domestik dengan pasar keuangan internasional, sebagaimana negara-negaraemerging markets lainnya, memberi tantangan tersendiri bagi keseimbangan eksternal perekonomian Indonesia, dalam bentuk derasnya aliran masuk modal asing.
Derasnya aliran masuk modal asing dan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang terus membaik telah mendorong penguatan nilai tukar rupiah selama tahun 2010. Selain itu, penguatan nilai tukar rupiah juga ditopang oleh keseimbangan pasokan dan permintaan valuta asing di pasar domestik serta risk appetiteinvestor yang membaik. Di satu sisi, apresiasi rupiah dapat membantu menurunkan tekanan inflasi melalui penurunan harga barang-barang impor. Di sisi lain, apresiasi rupiah juga berpotensi meningkatkan tekanan pada neraca transaksi berjalan akibat peningkatan impor.
Sejumlah risiko lainnya juga masih menghadang dan akan menguji optimisme dari otoritas ekonomi. Beberapa masalah besar perekonomian yang sudah diidap sejak lama masih terus mengganggu, dan dalam jangka panjang tetap berbahaya. Diantaranya adalah soal kemiskinan, pengangguran, infrastruktur dan pengembangan teknologi.
Sejak sekarang dan dalam beberapa tahun ke depan ini terdapat pula tantangan untuk harmonisasi antara Perbankan dan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang bukan Bank, bagi perkembangan perekonomian nasional. Pertumbuhan penyaluran kredit berskala Mikro dan Kecil dari perbankan sebagiannya berasal dari mensubstitusi atau merebut porsi LKM yang sudah eksis dan berperan positif bagi perekonomian di masa lalu.
Memasuki tahun 2012, ekonomi Indonesia masih menghadapi risiko atas ketidakpastain global yang tinggi kendati kinerja ekonomi Indonesia tahun 2011 bisa menjadi modal besar memasuki tahun 2012 terutama karena dukungan pasar domestik yang kuat.
Tantangan Global
Masih teringat jelas, sepanjang tahun 2011, isu krisis utang dan defisit anggaran akut di Yunani membuat goncangan-goncangan ekonomi terutama di pasar keuangan global, termasuk di Indonesia. Berbagai upaya dilakukan oleh negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa (UE), dan khususnya 15 negara pengguna mata uang euro, ternyata tidak berhasil mengembalikan keyakinan investor, bahkan pesimisme menguat bahwa krisis UE akan memakan waktu yangg lama.
Tantangan domestik
Struktur demografi Indonesia menjadi daya dukung pasar domestik terrsebut. Jumlah penduduk dengan kategori kelas menengah - menurut Bank Dunia adalah penduduk dengan pengeluaran antara 2 dan 20 dollar AS per hari - meningkat sebanyak 50 juta antara tahun 2003-2010.
Selain dukungan demografi, kinerja makro Indonesia tercatat solid menguat. Ketika pertumbuhan ekonomi dunia mengalami penurunan hingga negatif (resesi), bersama Cina dan India - ekonomi Indonesia tumbuh positif. Pertumbuhan ekonomi semakin solid di tahun 2010 yang mencapai 5,9 persen yoy, dan 6,5 persen yoy pada tahun 2011. Disaat yang sama, angka inflasi turun, cadangan devisa terus bertambah menembus diatas 100 miliar dollar AS.
Selain itu, ekonomi Indonesia juga didukung oleh sistem keuangan yang relatif stabil. Indeks stabilitas keuangan tercatat semakin rendah. Hasil perhitungan BI mencatat indeks stabilisasi sebesar 1,68 pada Oktober 2011, turun dari 2,43 pada krisis 2008. Di pasar keuangan, Indonesia berpotensi menjadi primadona investasi tahun 2012, terlebih lagi Fitch pada 15 Desember 2011 lalu menetapkan Indonesia masuk dalam kategori peringkat investasi. 

Tantangan ekonomi Indonesia di tahun 2012 justru berasal dari sektor riil didalam negeri. Pasar domestik yang kuat bisa menjadi relokasi pasar domestik sementara waktu. Tentunya pasar domestik Indonesia juga menjadi incaran pasar impor terutama dari negara-negara Asia akibat mitra dagang mereka di UE melemah. Akses ke perbankan yang tidak cukup mudah disertai bunga kredit yang mahal, biaya logistik yang tinggi karena terbatasnya konektivitas dan tentu saja infrastruktur yang tidak memadai dan masalah akut korupsi. 


SOAL: Berapa pertumbuhan perekonomian Indonesia pada tahun 2011-2012. Faktor apa yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi itu. (PDB(.y)=c=i=g(x-m)
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2012 diperkirakan masih tetap stabil dan mampu bertahan dari gejolak ekonomi yang melanda Amerika Serikat (AS) dan Eropa.
"Pertumbuhan diprediksi untuk tetap baik sampai akhir 2011 dan sepanjang 2012, didukung oleh konsumsi dan investasi swasta," ujar Kepala Ekonom HSBC untuk wilayah Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan India, Leif Eskesen, dalam pemaparan di Jakarta.
Namun, dengan pertumbuhan yang diperkirakan masih stabil, pemerintah patut mewaspadai tingginya laju inflasi pada tahun depan.
"Laju inflasi dapat menjadi `potential risk` dan patut diwaspadai. Untuk itu dibutuhkan kebijakan moneter yang tepat dalam penentuan suku bunga dan mendukung pertumbuhan ekonomi," ujarnya.
Leif memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini hanya mencapai 6,4 persen meski ada kemungkinan untuk lebih tinggi lagi.
Sedangkan pada 2012, didorong oleh kinerja sektor domestik dan investasi yang makin meningkat, pertumbuhan ekonomi diprediksi akan stabil pada angka 6,7 persen.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia
Saat ini, Indonesia mengalami tahap berkembang menjadi Negara yang maju. Faktor utama yang mempengaruhi perkembangan Indonesia adalah faktor ekonomi. Ada beberapa hal yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia diantarnya adalah sumber daya alam, sumber daya manusia, faktor ilmu pengetahuan dan teknologi, dan sumber daya modal.
Indonesia kaya akan sumber daya alam, yang terbagi diberibu pulau yang dimilikinya. Sumber daya alam mempengaruhi pertumbuhan ekonomi seperti iklim/cuaca, hasil hutan, tambang dan laut. Dimana salah satu hasil dari alam tersebut dapat diproduksi dari barang mentah menjadi suatu barang yang memiliki kualitas yang baik sehingga memiliki nilai jual. Manfaat bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia ialah dapat memberi peluang usaha bagi kesejahteraan masyarakat kecil dengan membuat kerajinan dari bahan-bahan alam. Selain itu, dari hasil kerajinan tersebut dapat dipasarkan ke perdagangan internasional, salah satunya adalah perdagangan bebes, AFTA. Jika dibandingkan dengan Negara-negara maju lainnya, Indonesia mempunyai ciri khas yang unik yang tidak dimiliki oleh Negara lainnya, yaitu sumber daya alam yang melimpah. Dengan tangan-tangan handal dan kreatif masyarakat Indonesia yang dapat mengolah sumber daya alam tersebut sehingga menjadi sebuah hasil kerajinan yang indah dan menawan. Salah satunya adalah kayu rotan, yang dapat diolah sehingga menjadi perabot rumah tangga seperti kursi, meja lemari dan yang lain-lain. Hasil kerajinan tersebut di pasarkan di dunia internasional sehingga dapat menambah devisa Negara.
Sumber daya manusia juga sangat menentukan apakah suatu Negara dapat melakukan pembangunan yang signifikan atau tidak, karena manusia sebagai subjek yang memiliki potensi untuk melakukan pembangunan tersebut. Manusia juga mempunyai skill untuk mengembangkan suatu produk yang sudah ada dan memasarkan hasil produksi tersebut. Jika SDM nya tidak berkualitas berarti sumber daya alam tersebut tidak memiliki potensi untuk ikut serta memajukan Negara Indonesia. Maka dari itu, untuk memiliki SDM yang berkualitas, harus dilandasi dengan pendidikan yang cukup. Karena dengan pendidikan seseorang dapat memiliki wawasan serta dapat menjadi orang-orang yang berkualitas. Dengan begitu, apabila pendidikan Indonesia sudah maju berarti sumber daya alamnya juga sudah dapat dikatakan berkualitas, maka dapat membantu kinerja pemerintah dalam memajukan perekonomian di Indonesia.
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, SDM yang berkualitas memiliki pengetahuan yang luas, sehingga memiliki ide-ide yang cemerlang untuk menciptakan suatu teknologi baru yang bermanfaat. Salah satu contohnya adalah pemuda Indonseia telah berhasil menciptakan sepeda motor dengan menggunakan tenaga gas LPG 3 kg. hasil karya anak bangsa tersebut dipasarkan di manca Negara, untuk bersaing dengan produk dari Negara lainnya.
Sumber daya modal adalah hal yang terpenting yang dibutuhkan SDM (sumber daya manusia) untuk mengelola SDA (sumber daya alam), agar kualitas IPTEK meningkat. sumber daya modal yang mencakup barang-barang modal dapat meningkatkan pembangunan yang signifikan dan dapat meningkatkan produktifitas.
Dampaknya perkembangan IPTEK untuk perekonomian di Indonesia ialah meningkatkan produktivitas dengan membuat berbagai penemuan untuk menghasilkan hasil-hasil yang lebih baik. Contohnya pada perkembangan di dunia industri, alat-alat pabrik yang semua alatnya kini menggunakan mesin sehingga akan mempercepat produktivitas. Pada bidang pertanian manusia menggunakan varitas unggul, pemupukan, pemberantasan hama dan penyakit, pola tanaman dan pengairan. Untuk meningkatkan produktivitas, Tetapi perkembangan teknologi tersebut akan berdampak negative dan menjadi masalah bagi kesehatan manusia itu sendiri.
Sumber-sumber Pertumbuhan Ekonomi
•          Pertumbuhan sisi permintaan agregat (AD).
Jika terjadi pertumbuhan, maka kurva AD bergeser ke kanan. Sisi AD terdiri dari : C, I, G dan ekspor netto (X - M). Atau Y = C + I + G + X-M  jika Y meningkat maka permintaan agregat akan semakin besar.
•          Pertumbuhan dari sisi penawaran agregat (AS). Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh peningkatan volume dari faktor-faktor produksi yang digunakan. Pertumbuhan juga didorong oleh peningkatan produktivitas dari faktor-faktor tersebut.